Seorang Laki-laki mendatangi dokter. jidatnya nampak bengkak akibat terpukul suatu benda tumpul.
" Kenapa dengan jidat anda ini, pak?" tanya dokter.
" Dihinggapi seekor lalat?" Si dokter benar-benar keheranan. "Masak hanya karena dihinggapi seekor lalat dapat bengkak seperti itu?"
" Semula jidat saya memang hanya dihinggapi seekor lalat, Dok. Lantas saya suruh istri saya untuk mengusirnya. Eh, istri saya malah memukul lalat itu dengan palu ! beginilah jadinya, Dok!"
Senin, 10 Mei 2010
Saya Suaminya...
Seorang calon Reporter melihat Kerumunan orang dipinggir jalan. Naluri Kewartawanannya langsung tergelitik. Ia segera menghampiri dan bertanya pada seorang pemda didekatnya,
"Ada Apa mas ?"
" Ada Korban tabrak lari," sahut sipemuda ditanya. "Sungguh kasihan sekali nasibnya."
Sicalon reporter berusaha mengetahui dari dekat kondisi sikorban. namun ia sulit menyibak kerumuna orang-orang itu. ia telah berusaha keras berusaha, tetapi lagi-lagi usahanya tidak berhasil. ia segera mencari akal. Sambil menenteng kamera ia segera menerobos kerumunan orang dengan ucapannya, "Tolong minggir ! minggir ! saya ini suaminya !."
Kerumunan orang itu tersibak dan memberikan jalan untuk sicalo reporter. Setelah mendekat baru sicalon terbelalak. Korban tabrak lari itu ternyata seorang kakek tua!.
"Ada Apa mas ?"
" Ada Korban tabrak lari," sahut sipemuda ditanya. "Sungguh kasihan sekali nasibnya."
Sicalon reporter berusaha mengetahui dari dekat kondisi sikorban. namun ia sulit menyibak kerumuna orang-orang itu. ia telah berusaha keras berusaha, tetapi lagi-lagi usahanya tidak berhasil. ia segera mencari akal. Sambil menenteng kamera ia segera menerobos kerumunan orang dengan ucapannya, "Tolong minggir ! minggir ! saya ini suaminya !."
Kerumunan orang itu tersibak dan memberikan jalan untuk sicalo reporter. Setelah mendekat baru sicalon terbelalak. Korban tabrak lari itu ternyata seorang kakek tua!.
Minggu, 09 Mei 2010
Dukun Geblek...
suatu hari,,ada keluarga yg sedang berduka melihat sang kepala keluarga terbaring d rumah sakit sudah cukup lama,,akhirnya sang istri memutuskan untuk memanggil dukun datang ke rumah sakit, selang bebrapa jam,,dukun pun datang
dia langsung duduk di smping pasien,,sambil melaksanakan ritualnya..selang beberapa menit,,tampak sang pasien ingin berbicara, namun tidak bisa..dukun mengetahui hal tsbt,dia berkata kepada anggota keluarga lain
"cepat,,ambil kertas dan pulpen,dia mau ngomong ssuatu"
"baik mbah" kata sang istri,,
setelah di beri kertas dan pulpen,,dia langsung berusaha menulis sambil terlihat menahan sakit..
ajal pun datang,,namun tulisannya telah selesai..
2 hari stlah pemakaman,,sang dukun datang k rmah pasien sambil membawa kertas yg di tulis almarhum
"saya ke sini mau membaca ini,,saya belum membacanya sama sekali,,mungkin ini wasiat" kata dukun
"embah aja yg baca " kata istri almrhum
sambil mengambil napas yg dalam,,mbah dukun membaca dgn suara keras dan lantang
"ehm..ehm..PAK DUKUN, TOLONG PINDAH DARI SITU,,ANDA MENDUDUKI SELANG OKSIGEN SAYA" sang dukun langsung lari terbirit-birit..
se isi rumah teriak dgn kompak "DASAR,,,DUKUN GEBLEK!!!!,, JanGaN LARI LU...."
dia langsung duduk di smping pasien,,sambil melaksanakan ritualnya..selang beberapa menit,,tampak sang pasien ingin berbicara, namun tidak bisa..dukun mengetahui hal tsbt,dia berkata kepada anggota keluarga lain
"cepat,,ambil kertas dan pulpen,dia mau ngomong ssuatu"
"baik mbah" kata sang istri,,
setelah di beri kertas dan pulpen,,dia langsung berusaha menulis sambil terlihat menahan sakit..
ajal pun datang,,namun tulisannya telah selesai..
2 hari stlah pemakaman,,sang dukun datang k rmah pasien sambil membawa kertas yg di tulis almarhum
"saya ke sini mau membaca ini,,saya belum membacanya sama sekali,,mungkin ini wasiat" kata dukun
"embah aja yg baca " kata istri almrhum
sambil mengambil napas yg dalam,,mbah dukun membaca dgn suara keras dan lantang
"ehm..ehm..PAK DUKUN, TOLONG PINDAH DARI SITU,,ANDA MENDUDUKI SELANG OKSIGEN SAYA" sang dukun langsung lari terbirit-birit..
se isi rumah teriak dgn kompak "DASAR,,,DUKUN GEBLEK!!!!,, JanGaN LARI LU...."
Biar Tetap KOmpak...
JAmaah suatu mesjid, terutama anak-anak, seringkali tidak kompak ketika mengucapkan kata amin ketika shalat berjamaah. bahkan anak-anak kerap saling adu panjang-panjangan suara ketika mengucapkan kata amin itu. ini membuat mas karyo jengkel. mas karyo sering kali mengingatkan, "Kita harus Kompak bersama-sama ketika mengucapkan amin!"
Akan tetapi hal itu tetap saja tidak sesuai dengan yang diharapkan. sebagai solusinya, mas karyo lantas mengatakan, "Shalat magrib nanti biar aku yang menjadi imam. agar suara amin kalian kompak tunggu aba-aba dariku dulu. ingat, sebelum kuperingatkan, jangan kalian mengucapkan amin!"
Begitulah. mas karyopun menjadi imam. ia membaca surat al-Fatihah hingga ayat : ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaallin...
mas karyo langsung menoleh kearah sekalian makmumnya dan mengatakan, "Nah biar kompak, aku beri aba-aba.satu...dua...tiga, yak!"
"Amiiiiin!"
" Nah, gitu!" Kata mas karyo puas ia pun lantas melanjutkan tugasnya...
Akan tetapi hal itu tetap saja tidak sesuai dengan yang diharapkan. sebagai solusinya, mas karyo lantas mengatakan, "Shalat magrib nanti biar aku yang menjadi imam. agar suara amin kalian kompak tunggu aba-aba dariku dulu. ingat, sebelum kuperingatkan, jangan kalian mengucapkan amin!"
Begitulah. mas karyopun menjadi imam. ia membaca surat al-Fatihah hingga ayat : ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaallin...
mas karyo langsung menoleh kearah sekalian makmumnya dan mengatakan, "Nah biar kompak, aku beri aba-aba.satu...dua...tiga, yak!"
"Amiiiiin!"
" Nah, gitu!" Kata mas karyo puas ia pun lantas melanjutkan tugasnya...
Sarung...
"Apa Guna Sarung?" Tanya seorang guru kepada murid-muridnya.
" Untuk digunakan kalau kita mau bersembahyang, pak," jawab seorang murid.
" Untuk dipakai kalau kita kendurian,pak,"
"Untuk selimut kalau kita ingin tidur,pak,"
"Sarung mengurangi kenikmatan,pak,"
Pak Guru terkejut mendengan jawaban terakhir."Siapa yang mengatakan tadi?"
"saya, Pak," jawab seorang murid
Pak guru sangat penasaran mendengar jawaban muridnya. ia pun meminta muridnya untuk menjelaskan maksud ucapannya.
" Begini, Pak," Kata seorang murid."Tadi malam saya tidur dengan ibu. ketika tengah malam saya terbangun dan mendengar ibu saya berkata pada bapak,
"Pak, Lepas saja sarungnya. Bikin aku merasa kurang nimkat saja!"
" Untuk digunakan kalau kita mau bersembahyang, pak," jawab seorang murid.
" Untuk dipakai kalau kita kendurian,pak,"
"Untuk selimut kalau kita ingin tidur,pak,"
"Sarung mengurangi kenikmatan,pak,"
Pak Guru terkejut mendengan jawaban terakhir."Siapa yang mengatakan tadi?"
"saya, Pak," jawab seorang murid
Pak guru sangat penasaran mendengar jawaban muridnya. ia pun meminta muridnya untuk menjelaskan maksud ucapannya.
" Begini, Pak," Kata seorang murid."Tadi malam saya tidur dengan ibu. ketika tengah malam saya terbangun dan mendengar ibu saya berkata pada bapak,
"Pak, Lepas saja sarungnya. Bikin aku merasa kurang nimkat saja!"
Minggu, 02 Mei 2010
Balas Dendam...
Seorang anak kecil membeli sebuah kue donat.
"Berapa harganya, pak?"
" Seribu rupiah," Jawab si penjual
" kalau begitu aku beli satu," kata sianak
Tapi sang pedagang hanya memberikan setengah kue donat, sianak bertanya keheranan
"Mengapa aku hanya diberikan setengah kue donat, pak ?"
Dengan santai si penjual menjawab, "Itu biar kamu mudah untuk membawanya, nak. Bukankah setengah kue donat lebih mudah engkau bawa dibandingkan satu kue Donat ?".
Sianak lantas menganggukkan kepalanya. ia lantas menyerahkan lima ratus rupiah.
"Lho,kok nak kok kamu hanya membayar lima ratus rupiah? bukankah kamu pesa satu kue donat?."
Dengan santai sianak menyahut, " itu biar bapak mudah untuk menghitungnya, pak. bukankah lima ratus rupiah lebih mudah bapak hitung dibandingkan seribu rupiah?"
"Berapa harganya, pak?"
" Seribu rupiah," Jawab si penjual
" kalau begitu aku beli satu," kata sianak
Tapi sang pedagang hanya memberikan setengah kue donat, sianak bertanya keheranan
"Mengapa aku hanya diberikan setengah kue donat, pak ?"
Dengan santai si penjual menjawab, "Itu biar kamu mudah untuk membawanya, nak. Bukankah setengah kue donat lebih mudah engkau bawa dibandingkan satu kue Donat ?".
Sianak lantas menganggukkan kepalanya. ia lantas menyerahkan lima ratus rupiah.
"Lho,kok nak kok kamu hanya membayar lima ratus rupiah? bukankah kamu pesa satu kue donat?."
Dengan santai sianak menyahut, " itu biar bapak mudah untuk menghitungnya, pak. bukankah lima ratus rupiah lebih mudah bapak hitung dibandingkan seribu rupiah?"
Langganan:
Postingan (Atom)






